Monday, September 28, 2015

Hati Yang Telah Jatuh

Masihkah kau bertanya, siapa yang menjatuhkan hatiku tepat di hatimu? Aku. Akulah jawabannya.
Jangan tanya, apa yang sedang aku pikirkan. Untuk menghitung waktu, lima tahun itu bukan waktu yang sebentar. Lima tahun itu waktu yang begitu sulit dibayangkan, apalagi sampai aku bisa sampai sejauh ini berusaha menutup dan menghapus, bahkan memendam untuk tidak lagi mengingat satu halpun tentang apa yang pernah aku jatuhkan dalam hatimu.
Kenyataannya, ini adalah sia-sia. Namun, apa boleh buat saat sesuatu membuatnya nge-flash back kembali moment-moment kala itu. Sesekali membuatnya tersenyum bahkan berkhayal dari sesuatu yang sudah hingga yang kelak.
Aku tidak menyalahkanmu, hadir. Aku juga tidak membencimu, saat kau kembali. Tetapi, ada hal lain yang harus aku lakukan secara berulang untuk tidak lagi kembali, ya melupakanmu. Melupakan segala rasa dan hati yang pernah aku berikan untuk aku mencintaimu, sekalipun hati yang kau miliki tidak tahu bagaimana bisa hatiku mencintaimu.
Bisakah Tuhan membantuku untuk memungut hatiku yang masih kutinggalkan dalam lubuk hatimu? Hati yang selalu berada paling bawah setelah hatimu untuknya? Aku hanya ingin memperbaiki diriku untuk mencintaimu, bukan mencintaimu seperti seorang yang jatuh cinta. Namun mencintaimu dalam sebuah kata pertemanan? Bisakah?


0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template