Wednesday, April 22, 2015

Sang Pengganti Gelap

Aku berterimakasih kepada ia yang membawa cahaya itu, setidaknya hitam, gelap, dan pekat itu perlahan pergi ke tempat yang tidak aku tahu lagi.

Pekat itu mulai sirna, gelap yang menyelimuti mulai tergantikan dengan cahaya yang pernalah memasuki ruang. Tidak ada yang tahu bagaimana cahaya itu mulai masuk melalui celah-celah kecil yang ada yang tidak lagi rekat. Hitam, gelap, dan pekat itupun akan beranjak sirna. Selalu ada pertanyaan kecil tentang bagaimana itu terjadi, namun belum ada yang bisa memecahkannya, hanya ada satu hal, saat bertanya dengan hati, dan hati akan memberikan jawabannya.

Saat ia datang bagaikan cahaya yang menyinari gelapnya ruang. Mengusir pekat yang menguasai dinding berlapiskan baja. Menggantikan hitam dengan sepercik cahaya putihnya, perlahan, perlahan, hingga sempurna. Apakah ada tamengmu saat ia datang? Kucoba berpikir kembali, tameng itu telah runtuh, rapuh, dan dikalahkan. Tidak ada lagi yang menghalangi ia yang datang untuk sejenak singgah dan berusaha untuk membantu membersihkan ruang gelap yang ribuan waktu telah menghuni dalam diri.

Aku menyadari atas ketidakmungkinan yang akan terjadi. Berusaha tetap membiarkan ruang gelap itu tanpa sinar, namun cahaya itu memaksa masuk beserta pemiliknya. Masuk, mengobrak-abrik segalanya, mulai menggantikan apa yang sudah ribuan waktu ada disana, menata dan menggantikan yang ada, membuat semuanya tampak lebih baik. Memberikan udara segar untuk ruang gelap dalam hati itu bernafas, menghirup udara baru, dan membuatnya nyaman.

Perlahan, hitam, gelap, dan pekat itu pergi dengan perlahan. Sesekali memang masih ada, walau hanya dalam bayang-bayang yang tersamarkan. Kubiarkan semua terjadi, walau masih diiringi dengan usaha kerasku untuk menolak cahaya itu lagi, dan lagi. Sebenarnya aku tidak mau tahu bagaimana keadaan ruang gelapku itu, masihkah gelap walau hampir diterangi cahaya sepenuhnya? Tetapi aku hanya ingin melihat ruang itu lagi, namun sebelum aku melihat, aku sudah tersenyum dan tahu, jika ruangan itu kini lebih baik. Bercahaya terang meski belum semua tersinari oleh cahaya yang ia bawa tanpa kutahu.

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template