Wednesday, April 2, 2014

Masih Kutunggu, Hari Jadimu.

“tunggu, aku tidak pernah memberikan yang terbaik dihadapanmu, tapi disini, aku bisa memberikan yang terbaik untukmu, dihari jadimu”.

Aku tersenyum diujung bibirku yang pilu. Mengucap namamu saja sudah tak lagi mampu. Sepatah dua patah kata, aku mencoba merangkainya. Menyusunnya, menjadikannya berarti kelak di hari-hari kedepan.

Sosokmu belum pernah pudar sekalipun sejak hari terakhir kita pernah bertemu di tanggal itu tiga tahun lalu. Kenangan yang keras masih saja tertanam didalam otak tanpa pernah ada keinginan untuknya segera pergi. Tatapan mataku saat itu, selalu mengingatkan bagaimana sederhananya aku mengagumimu dibalik tubuhku yang mulai ringkih karena lukamu yang mulai memakan ujung-ujung perasaan ini. Saat itu, aku menghargai benar tentang harimu, hari spesialmu. Tapi entahlah mungkin tidak untukmu yang tidak tahu jika aku sangat menghargai itu.

Aku masih menyimpan pesan singkat selama satu tahun kedepan setelah hari itu. Aku masih menyimpan kakunya jemariku yang mencoba aku sinkronkan dengan perasaanku untuk menyusun kata kecil bermakna bagimu, diharimu. Dan aku nyatakan aku berhasil, berhasil mendapat kado kecil untuk kerja keras jemari yang mengetik, perasaan yang bergejolak, dan pikiran yang berusaha mengumpulkan kata. Apa kau tahu perasaan yang terjadi ketika seperti itu? Tentu saja tidak. Aku tahu jika sebenarnya kita terpisah oleh jarak. Jarak yang hingga kini masih berjalan sejajar tapa ada satu titik pertemuan.

Kali ini, aku sudah mulai memikirkan soal apa yang akan aku bagikan untuk harimu, ya kelak jika hari itu tiba. Kebiasaan yang tidak pernah pergi sejak dua tahun belakangan, yang selalu memberikan tempat istimewa untukmu “disini”. Mungkin tidak banyak yang menyadari kita apa yang aku bagikan sebenarnya tertuju padamu, jika kau tahu dan andai kau tahu.

Tapi, aku tidak berharap kau untuk tahu. Mungkin saat kau tahu, aku sudah tidak lagi seperti yang kau rasakan saat itu. Aku sudah menjadi orang lain yang jauh berbeda dan sudah memiliki banyak impian yang aku raih. Setidaknya, tempat ini menjadikan bagian kecil dari aku menyimpan kenangan. Tentang bagaimana kenangan itu bisa tetap utuh sekalipun aku sudah tidak lagi merasakan hal-hal bergejolak seperti dahulu.

Tunggu saja, tunggu diharimu. Karena setiap tahunnya aku tidak akan pernah mengecewakanmu soal ini. Karena sebenarnya, setiap harimu datang, aku selalu berusaha memberikan hadiah terbaik untukmu, dariku.

Untuk lelaki yang sedang menunggu kedatangan hari bahagiannya,

Yang tidak pernah menyadari jika kisahnya menjadi bagian yang begitu berarti, “disini”.

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template