Wednesday, March 19, 2014

Jangan Datang Kembali

menunggu bukan hanya sekedar berdiam dan berusaha untuk terus menanti. mungkin, menunggu bisa berarti jika sebenarnya kita harus segera untuk pergi dan berlalu dari dia yang tidak pernah kunjung datang. menunggu adalah bagian kecil dari sebuah cerita dibalik hujan, tentang aku dan kamu, tentang kita. kita yang sebelumnya tidak pernah kau sadari.
aku selalu menganggap itu hal yang indah, namun tidak denganmu.
aku selalu menunggumu dengan penuh penanti-nantian, namun tidak denganmu.
aku selalu membiarkan air hujan itu membasahiku, namun tidak denganmu.
kau, kamu bukan lagi seperti yang dulu.
aku menunggumu, namun kau tidak pernah datang lagi.
aku ingin bertanya, apa yang kau lakukan sampai tidak datang lagi?
namun, aku tahu jika itu akan sia-sia, karena aku bukanlah siapa-siapa lagi.
waktu semakin berjalan, dan kau membiarkanku untuk mengubah persepsiku tentang menunggumu yang tidak lagi indah. tentang menantikanmu menjadi tentang aku yang harus membuang muka untuk tidak menanti kedatanganmu, dan tentang hujan yang semakin membasahi, mengguyur tubuhku dan menjadikannya lemah.
kau tidak lagi peduli akanku.
aku diam saja. aku memang tidak berhak untuk berkata dan memaksamu tetap ada disampingku. aku sudah tahu jika kau memang punya dunia lain untuk kau jalani, dunia baru.
tetapi, apakah boleh aku berkata satu hal dan memintamu untuk berjanji?
jangan datang kembali, jangan memaksaku menunggumu dibawah rintikan hujan.
kurelakan kau pergi hanya untuk membuat keyakinan jika aku sebenarnya satu dari banyak wanita yang diam-diam mencintaimu, aku yang terbaik untuk hal ini.
jangan datang kembali, jangan membuka luka lama ini lagi, jika kelak kita akan bertemu atau berada dalam satu situasi yang mengharuskan kita harus berbicara berdua tentang masa lalu itu.

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template