Friday, February 7, 2014

Untuk Tujuh Yang Ke Empat Puluh Satu

"tujuh yang keempat puluh satu, selama itu aku bertahan. namun apakah yang dipertahankan sesekali menoleh untuk hanya saja memandangku selama satu detik saja?"

bertahan sampai hari ini, jangan lagi ditanya bagaimana usahaku.
berdiri sampai detik ini disini, jangan lagi tanya sekuat apakah kakiku menopang berat tubuhku.
mengusap air mata, menghapus luka, berbaring untuk mencari ketenangan merupakan bagian-bagian kecil yang selalu meniringiku selama empat puluh satu bulain hingga detik ini.
jangan lagi ditanyakan, kepada siapa aku akan bertahan. untuk menyebut namanya saja mulutku sudah pilu. atau jangan lagi ditanyakan bagaimana dirinya, pikiranku sudah membeku, tidak akan lagi mampu mengingat setiap lekuk tubuhnya, dan setiap senyum simpulnya yang menawan.
dia tidak akan pernah sadar. atau mungkin dia tidak juga lagi tahu jika aku masih sekokoh ini bertahan. sekalipun aku pernah tergoyahkan kala itu, namun pondasiku masih kuat untuk menopangku secara tegak.
angka tujuh, tujuh lagi. kali ini tujuh yang keempat puluh satu.
rasanya, mengingat angka-angka yang selalu terhitung disetiap angka tujuh yang datang setiap bulannya membuatku pilu untuk berkata-kata. aku tidak mampu berkata banyak, selain aku menyebutkan namamu, nama disetiap malam dalam doaku.
kau jauh disana. aku disini.
kau berdua dengannya. aku sendiri.
kau tertawa bahagia. aku tersenyum menahan luka.
kau berlari dengannya. sementara aku tidak lagi mampu berlari untuk menggapaimu.
mungkin, saat kau menoleh, aku sudah tidak lagi kau lihat. aku sudah terjatuh dijalan, jalan yang jauh dari tempatmu berdiri.

bahagia. kata itu sederhana saja. aku bahagia walau hanya mengingat butir-butir angka tujuh yang selalu datang setiap bulannya. biar aku sendiri yang membalik setiap lembaran yang ada, biarkan mulutku mengucap namamu ribuan kali tiada henti, dan biarkan aku sendiri yang mengingat hari istimewa setiap tanggal tujuh yang datang.
untuk tujuh yang keempat puluh satu. yang masih setia menemaniku bercerita tentangnya dalam angan dan bayangan yang tidak pernah nyata.
untuk tujuh yang keempat puluh satu, yang masih menopangku berdiri hingga detik ini. untuk dia, dia yang telah berjalan bersama wanita lain dengan bahagianya.


0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template