Friday, January 17, 2014

Desember

Desember tidak pernah terlihat sama seperti bulan-bulan lainnya. Desember selalu terlihat berbeda, sekalipun jumlah hari, tanggal, dan waktunya sama dengan bulan-bulan lainnya. Sepertiku, yang tetap sama untuk menunggumu pulang.

Jejak-jejak Desember telah terhapus oleh hujan deras diawal tahun. Mengakhiri segala yang dituliskan dan memulai yang akan dituliskan. Ribuan lagu bersajak Desember selalu terdengar sejak awal kedatangannya. Dan semuanya selalu menceritakan berbagai hal yang begitu sempurna.

Desember 2010.
Peristiwa yang terjadi kala itu sudah tidak lagi menjadi amat isimewa. Berbagai pilihan dan jalan yang baru telah terbuka dan membuat hati harus memilih bagaimana itu harus dijalani. Aku masih ingat tentang tulisan kecil yang kau kirimkan padaku kala itu, dipagi hari, disaat langit masih tertutup awan yang kelabu.
Langit pagi itu memang kelabu, namun katamu hari itu telah membuat matahari bersinar dengan hangatnya untukku. Sehangat pesan yang kau sampaikan padaku dan sesederhana kata yang tertulis dipesan itu.
Lagi, Desember. Tiga tahun lalu yang sudah menjadi bayangan dalam kenangan. Cerita kecil yang tidak banyak orang ketahui. Aku merindukan saat-saat itu, walau sederhana namun aku bisa merasakan dengan tenangnya. Sayangnya, pesanmu tidak lagi aku simpan. Hanya saja, hatiku masih aku simpan untukmu sampai saat ini.

Desember 2013.
Tiga tahun berselang sejak kejadian Desember waktu itu. Bulan terakhir, tahun terakhir, dan pesan terakhir yang aku terima darimu. Setelah itu tidak ada lagi satupun hal kecil yang aku terima darimu. Menjauh dan sama-sama jauh adalah alasan yang paling utama soal hal ini. Jalan kita memang sudah berbeda sejak saat itu, tidak ada lagi senyum yang menghiasi bibirmu kala kita bertemu. Sempat awal tahun kita berjumpa, bertemu pada satu titik, tempat penyeberangan jalan. Namun sudah, tidak ada lagi hal yang begitu serupa bahagianya seperti saat-saat dulu. Bukan saat kita hanya bisa jauh dan saling menyapa, namun saat kita tertawa dan bersama-sama melewati hari bersama mereka.
Desember. Bulan yang selalu membawakan damai itu mengunjungi tahun 2013. Tibalah tiga puluh hari penuh bersamanya, terlintas sesaat memang tidak teristimewa, namun hari-hari menjelang akhirnya, itu terasa berbesa. Kali ini kau kembali seperti tiga tahun yang lalu, lewat pesan sekali lagi kau katakan hal itu. Aku tahu jika bagi semua orang hal yang kau katakan dalam pesanmu adalah hal biasa, apalagi di bulan Desember. Tetapi, bagiku.. sesederhana yang kau katakan dan tuliskan, itu berarti sekalipun kecil.
Desember, dan setiap pecahan kecil tentang kenangannya yang berarti.

Sekali lagi, Desember. Bulan terakhir dengan sejuta makna. Semendung langit dan segelap malam, matahari dan bintang pasti akan selalu ada dibaliknya untuk bersinar. Saat Desember penuh kenangan dan pilu hatiku menantimu pulang? Apakah kau yang disana juga merasakan demikian? Lihatlah, saar Pelukis Semesta begitu baiknya, menjadikan hal yang biasa saja terlihat begitu sempurna. Sama sepertiku yang dibuatnya menunggumu lama untuk pulang, hanya saja pertanyaanya, Benarkah kau akan pulang?

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template