Wednesday, November 27, 2013

Gadis Cantikku.

"Pandangan itu mengarah tepat pada kedua bola mataku. Aku terdiam selama beberapa saat. Suara sayup yang kudengar mematikan detak jantungku selama sepersekian detik"

Aku tidak pernah segila ini sebelumnya, tidak pernah merasakan bahwa dunia benar-benar membuatku bahagia. Bayanganmu bagaikan malakat kecil yang menghantui tidurku setiap malam dan kenyataanmu bagaikan satu anugerah yang tidak pernah ada bandingannya dengan apapun. Suaramu bagaikan lantunan lirik-lirik kecil yang saling bersenandung membentuk satu irama yang menenangkan hati, dan tatapanmu bagaikan sinar lembut yang menghangatkan diri.
Siapa? Kamu. Kau tatap dua bola mataku kala itu dengan tajam. Sebuah tatapan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Aku merasakan bahwa itu begitu hangat, sehangat api kecil yang melelehkan gumpalan es yang telah lama berdiam dan membuat diriku beku. Sapaan pertanyaan kecilmu membuatku melayang beberapa langkah dari kakiku menginjakkan pada bumi, “hai gadis cantik? Kau benar-benar membuatku merasa lebih baik.”

Pandangaku terus mengamatimu dari jauh, sampai sosokmu tidak lagi tertangkap dari pandangan mataku.  Siapa? Kau, gadis cantikku. Masih ingatkah kau? Seminggu yang lalu, ya aku ingat. Itu masih seminggu yang lalu. Satu hari yang begitu bermakna dari tujuh hari dalam seminggu, satu detik yang lebih berharga walau hanya mendengar satu sapaan kecilmu daripada satu jam aku berdiam karena ketidakpahamanku akan waktuku yang terbuang sia-sia.

Hai, gadis cantikku, kusapa kau sekali lagi. Kuucapkan satu kata yang kelak benar-benar akan kuucapkan padamu, “aku mencintaimu”. Mungkin saja, saat ini hanya hatiku yang berucap demikian, namun satu waktu, hati dan mulutku akan sama-sama mengucapkan hal itu untukmu. Jika saat ini kita hanya bisa saling berpandangan jauh dan menyimpan rasa masing-masing, kelak kita akan menyatukan dua hati yang berbeda, aku untukmu dan kamu untukku. Atau jika saat ini terlalu banyak orang lain yang mengikutimu dari belakang, sepertiku yang hanya sekedar menjadi pengagum rahasiamu, kelak aku akan menjadi satu, satu diatas hatimu, orang yang bisa memenangkanmu. Waktu itu akan tiba, waktu dimana aku benar-benar bisa menggenggam tanganmu, tunggu saja. Aku tidak meminta TUHAN untuk melakukannya sekarang, aku hanya meminta TUHAN mengerjakan semuanya, untukmu, dan untukku. Indah dan tepat pada waktu yang IA telah tentukan. Kelak.


Ya, antara aku dan kamu. Antara kita bersama. Antara dua hati yang berbeda. Dan diantara ribuan hal lain yang tidak pernah kita tahu. Aku untukmu, gadis cantikku. 

untuk kawan dan cerita cintanya,
angin.

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template