Wednesday, July 17, 2013

Memori tentang Sebuah Gitar.

benda itu memang terlihat sedikit lebih usang daripada tiga tahun lalu, namun kenangan yang pernah ada dalam setiap petikan gitar itu saat bersamamu, tidak akan pernah usang. - Kamu, laki-laki yang membuat aku berubah dalam waktu yang cepat.

seseorang disana mengingatkanku dalam diam. dentingan jemarinya dalam bermain gitar sama persis dengan siapa yang dahulu pernah duduk disana.

aku tidak pernah tahu bagaimana dia begitu pandai dalam memetik setiap senar gitar yang telah terjajar rapih disana. aku juga tidak pernah tahu bagaimana dia begitu dengan mudahnya menghafal dan mencari kunci baru sebuah lagu yang akan dia mainkan. aku mengagguminya, aku ingin kembali kepada masa dimana aku bisa benar-benar mengingat dan berada tepat disampingnya.
anak laki-laki itu duduk dengan santainya diatas sebuah kursi cokelat didalam ruangan, memetik gitar sambil melayani sebuah suara yang keluar dari mulut dua orang anak perempuan. aku terdiam memandanginya dalam lamunanku, aku seperti diajak kembali kedalam moment tiga tahun belakangan. tidak banyak yang ingin aku ucapkan, aku hanya ingin mengenang bagaimana tiga tahun lalu yang begitu berarti disana, disuatu tempat yang sunyi dalam iringan lagu dan suara petikan gitarmu.

kembali kepada masa yang pernah terjadi dan telah berakhir. tidak ada yang tahu bagaimana hal itu begitu mudahnya terjadi. aku benar-benar dilingkupi oleh ketajaman dentingan gitarmu dan dipenuhi oleh aura dari kehadiranmu. walau saat ini mungkin kau tidak lagi hadir disini, tapi auramu masih erat menempel dihati ini.
aku tidak meminta lebih jika pada kenyataannya aku dipertemukan lagi kali ini. tidak sampai menyapa, hanya melihat dari kejauhan dan aku menyadari keberadaannya. sang gitaris lama yang tak terlihat baru saja hadir, disana. sesaat dia sudah pergi, dan tak lagi kembali.
aku terpaku dalam diam dan ketidakpercayaan. namun aku berusaha untuk mempercayainya. aku tahu itu hal kecil yang lumrah terjadi, seseorang kembali hadir disana, dalam jarak yang begitu jauh.
bisakah aku kembali mendengar dan memperhatikan petikan gitarmu? atau aku hanya sekedar untuk bertegur saja, apa boleh?
bisakah waktu menjadi sahabat walau hanya sebentar denganku dan denganmu? rupanya waktupun sama saja tidak akan lagi mengijinkan jika hanya membuat luka yang semakin teriris.
bisakah pesanku terjawab hanya dengan satu atau dua patah kata? yang aku tahu memberikan satu atau dua patah kata untukku tak semudah mengatur ribuan kata untuk dia yang ada disana.
sudahlah.
aku juga akan mengerti suatu ahri untuk tidak lagi berharap banyak.
sesungguhnya aku sudah melupakanmu, hanya saja ada hal-hal kecil yang tidak akan bisa terhapus dna pergi dengan sukarela dariku. apa? kenangan kecil tentangmu, dahulu.
jangan paksa aku melakukannya secara cepat. biarkan semuanya terjadi secara alamiah. kenyataannya aku masih saja sering berharap dalam diam, mengingat semuanya tentangmu, diamlah, aku hanya membutuhkan perubahan tanpa ada perbincangan darimu untukku mengahirinya segera.
gitar itu, gitar yang dipetik selalu.

benda usang berwarna cokelat yang dahulu sering kau petik masih bertahan kuat sampai saat ini. memang catnya ada yang sudah terkelupas dan senar yang dahulu seringkali putus ditengah jalan sudah kembali pulih membaik. namun, kenangannya masih saja belum hilang. gitar itu menjadi saksi bisu dimana kita pernah duduk bersama dalam menikmati lagu-lagu kecil bersama mereka. gitar itu diam tanpa ada kata, ia melihat semuanya. gitar itu melihat bagaimana aku mulai mencoba mencintaimu kala itu.



0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template