Thursday, June 27, 2013

Tentang Tumbuhan dan Sang Petani

jika perasaan itu berubah, apa yang seharusnya aku lakukan?

menyimpan sebuah perasaan itu tidak semudah menyimpan buku-buku dalam lemari. menumpuknya hingga usang, membacanya ketika diperlukan. namun menyimpan perasaan itu lebih rumit dari sekedar menyimpan dan membaca buku. menyimpan perasaan itu lebih seperti kepada lemari bukunya. ia terbuka setiap kita akan memasukkan buku barunya, dan ia tertutup saat kita sudah selesai meletakkan apa yang menjadi tanggungjawab kita dengan buku tersebut. perasaan itu seperti tanaman. semakin banyak kita siram dan pupuk akan semakin subur, namun saat ia subur dan berbagai hama datang, bisakan ia tetap bertahan?
aku seperti itu. seperti tumbuhan itu. mencoba memberinya pupuk, menyiraminya dengan air, merawatnya setiap waktu. namun aku tahu, semua tidak akan berjalan dengan baik saat ada banyak hama yang datang dan menempel untuk melukaiku. sekuat apapun aku akan bertahan, jika "petani" tidak menemukanku dan kembali merawatku dengan baik, aku akan gagal. aku akan melupakan semuanya. terlebih aku akan mati dalam bayang-bayang gelap, dan terbakar bersama diantara tumpukan jerami.
yang aku mau hanyalah sederhana. menjaga perasaanku untuk tetap terus tumbuh tak pedulu seberapa besar hama dan badai yang akan menggangguku. yang aku mau adalah "petani" itu datang untuk selalu merawatku. ada bersamaku dalam segala hal yang terjadi denganku. hingga aku tahu, tumbuhan yang aku inginkan untuk bersamaku itu telah pergi entah kemana, perasaan yang tertinggal juga semakin hilang tanpa bekasnya. dan aku mulai merasa baru, bersama "petani" yang selalu ada untukku, merawatku dan ada bersamaku dalam apapun keadaanku. halo pak petaniku, bagaimana kabarmu? aku tanamanmu. rawatlah aku, jagalah aku, seperti aku mejaga perasaanku untuk tumbuhan lain yang telah pergi dari sampingku.


0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template