Tuesday, June 4, 2013

Apa Yang Paling Aku Takutkan

saat aku teka, mereka bertanya, "apa yang paling kamu takuti?" dan aku menjawab, "aku takut tidak mendapat kue".
saat aku mulai duduk di kelas satu esde, mereka bertanya, "apa yang paling kamu takuti?" dan aku menjawab, "aku takut dengan foto kartini yang ada di dalam kelasku".
saat aku mulai ada dikelas dua esde, mereka bertanya, "apa yang paling kamu takuti?" dan aku menjawab, "aku takut tidak naik kelas".
saat aku duduk di kelas tiga esde, mereka bertanya, "apa yang paling kamu takuti?" dan aku menjawab, "aku takut rangking kelasku menurun".
saat aku duduk di kelas empat esde, mereka bertanya, "apa yang paling kamu takuti?" dan aku menjawab, "aku takut pada hantu".
saat aku duduk di kelas lima esde, mereka bertanya, "apa yang paling kamu takuti?" dan aku menjawab, "aku takut dipanggil keruangan kepala sekolah".
saat aku duduk di kelas enam esde, mereka bertanya, "apa yang paling kamu takuti?" dan aku menjawab, "aku takut nilai ujianku jelek".

semua sering bertanya, "apa yang paling kamu takuti?" aku menjawab, "aku takut kehilangan sahabat terbaikku".
"aku juga takut kehilangan orang yang aku sayangi".
"aku juga takut pergi jauh sendiri".
"aku takut apa yang aku inginkan tidak pernah terjadi. atau sebaliknya".
dan aku takut, "hal buruk terjadi dalam hidupku".

aku tak mengerti tentang "hal yang menakutkan bagi diriku dan dirimu" setiap orang memiliki hal-hal yang jadi dan siap "diwaspadai". semaakin aku beranjak dewasa, aku mengerti, jika itu semua bukanlah hal yang aku takuti.
aku mulai mengerti, hal terbesar yang aku takuti adalah "ketika TUHAN meninggalkan aku dariNya" bukankah itu sesuatu yang begitu "ekstrem" untuk dilalui ?
bagaimana jika hidupmu tanpaNya? hampakah? kesepiankah? jawabannya adalah "iya". semua yang ada di dunia tidak akan pernah ada untuk mengisi kosongnya hatimu, selain Dia. takutkah aku kehilangan Dia? "ya, aku takut kehilangan Tuhan."
akupun takut aku menjadi anak yang "tidak bisa mengampuni" dan "tidak bisa berkomitmen". mengapa? itu hal rumit kedua yang jauh aku masih pelajari, mengasihi musuh, mengampuni musuh, berbuat baik pada mereka yang menyakitimu, dan lainnya. aku terlalu takut menjadi anak yang berkata "A" namun aku tak mampu mengatakan "A". aku belajar menenpati komitmen buat menepati apa yang aku ingin katakan. dan telah aku katakan. berkata A berarti melakukan A.
mengasihi A berarti mau mengampuni A dengan tulus, sekalipun dia jauh masih tidak bisa menerima keadaannya, namun Tuhan memampukan aku melewati ini.
aku takut. aku tidak ingin berlalu jauh dariNya, menjual Dia hanya untuk satu dau hal yang "istimewa" disini. aku tidak ingin menjadi seperti mereka, merelakan hanya demi hal "dunia" yang seharusnya mereka "tak akan pernah melepaskanNya". Tuhan amampukan menjadi seorang yang selalu "setia" ada padaMu.

aku takut, jika tidak ada tempat untukku kembali, tempatku untuk pulang.
aku takut, tidak ada lagi pundak yang menjadi sandaranku saat aku menangis.
aku takut, tidak ada lagi jalan terang saat gelap datang menghadang.
aku takut, tidak ada lagi tangan yang menggandengku dalam setiap langkahku.
aku takut, tidak ada lagi yang mendengarkan ceritaku.
aku takut, tidak ada lagi yang menemaniku saat aku sepi dan kosong.
aku takut, tidak ada yang menasehatiku, saat aku berbuat salah.
aku takut.
aku takut.
Tuhan yang berkenan menopang dan memberikan segala rencana dan rancanganNya. semua kan jadi indah pada waktuNya..
aku, mau berjalan denganMu.  aku tak pernah sendiri. tak ada harapan yang tak pasti. semuanya iya dan amen dalamMu.
Bapa, peluk aku. maafkan aku. aku takut kehilanganMu dalam kehidupanku.
selalu ada, untukku. aku membutuhkanMu. aku merindukanMu. aku selalu ingin ada dekatMu.
peluk aku. peluk mereka.
aku takut jika aku dan mereka kehilangan kehadiranMu :")

(hanya secarik postingan kecil dari file lama)


0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template