Friday, January 4, 2013

Pangeran Bertopeng dan Berkuda Putih (4)

..
aku mungkin hanya bagian kecil dari ribuan orang yang pernah datang dalam mimpimu.
aku mungkin hanya bagian kecil yang pernah kau lihat dari ribuan orang yang pernah lewat didepanmu.
aku mungkin hanya bagian dari mimpi masa depanmu kelak.
aku berjuang. berjuang dalam sebuah perjuangan untuk menemukan cinta sejatiku.
aku berlari. berharap aku mampu berlari sampai garis finish dan memenangkanmu.
dan aku tak akan tertatih untuk memperjuangkanmu.

tanganku menggapai jemarimu.
jemariku menyentuh lembut wajah cantikmu.
kau tersenyum.
wajahmu memancarkan aura yang begitu hangat.
kembali menyambut hangat senyumku.
"bisakah aku menggandeng tanganmu?" tanyaku.
dengan lembut senyummmu, kau mengangguk.
jari-jariku mulai mengikatkan pada jari-jarimu.
"bolehkah aku berkata sesuatu padamu?" tanyaku lagi.
kau mengangguk lagi.
"apakah kau mau menjadi temanku.."
kau terdiam.
"..teman yang menemani dalam hidupku selamanya? sampai maut memisahkan aku dan kau?" lanjutku.
wajah polosmu memancarkan percikan senyuman bahagia.
aku tersenyum. aku menunggu jawabmu.
"aku mau."
kau tersenyum padaku.
"aku mau menjadi temanmu. teman hidupku. maukah kau juga selalu menjadi penjagaku?" tanyanya.
aku tersenyum.
"aku mau."

jemariku mulai terkait dengan jemarimu.
bulatan kecil itu juga sudah terpasang di jari manismu.
itu benda kecil.
benda pengikat antara darahku dengan darahmu, selamanya.
aku mengajakmu berjalan. menuju kuda putihku berada.
kita bersama. menjalani kehidupan kita berdua.
ditemani kuda putihku yang setia.

----

aku terbangun dari tidurku. sebuah buah apel menjatuhi kepalaku. sakit sekali. lumayanlah untuk sarapan pagi ini. kali ini aku terhenti disebuah tepi aliran sungai yang begitu jernih, dan didepannya sebuah hutan yang begitu rimbun dengan tumbuhan-tumbuhan besar yang tua. kicauan burung-burung pagi menggairahkan diriku. sinar matahari menghangatkan diriku.
dan masih dengan setianya, disana kuda putihku.

aku mulai kembali bertanya, apa yang baru saja terjadi? dimana dirimu berada? dimana benda bulatan kecil yang saling melingkari di jarimu dan jariku? aku tidak menemukan.
aku tersadar. itu semua hanyalah sebuah mimpi, mimpi yang menandakan bahwa aku begitu merindukan dirimu, puteriku.

bersambung..

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template