Saturday, December 22, 2012

Pangeran Bertopeng dan Berkuda Putih (2)

..
aku masih berada pada seperempat perjalanku untuk mencarimu, puteri.
seperempat perjalanan yang mungkin jika aku rasakan aku begitu kelelahan. namun saat aku kembali mengingat bayangmu, aku mampu kembali melanjutkan. kini aku masih terus berjalan bersama kuda putihku yang setia menemaniku mencarimu.

kali ini aku tiba disebuah pusat kota negeri lain yang tak aku ketahui namanya. negeri ini cukup ramai dengan banyaknya pedagang yang dengan asiknya menjual dan menawarkan segalanya. aku terhenti. untuk kembali mencari tempat peristirahatan sejenak sebelum aku melanjutkan kembali perjalanku untuk mencarimu.

     "hai, pemuda, sedang apa kau disini?" sapa seorang pria muda yang gagah berdiri disampingku.

  "oh, maaf. saya rasa saya menempati kursi anda" jawabku dengan tersenyum, dan aku berdiri. mempersilakkan pria muda yang gagah itu untuk duduk.

     "oh, tidak. aku tidak ingin duduk. aku hanya mengamatimu dari kejauhan. kulihat kau kelelahan. mari ikut aku masuk ke dalam bar, sejenak meminum kopi bersama. karena aku tak terbiasa meminum kopi sendirian."


aku menerima tawaran pria itu, dan mengikuti dia masuk dalam bar untuk menikmati secangkir kopi. langit mendadak berubah menjadi gelap. dan hujan turun dengan derasnya diluar. aku gelisah.

    "sedang apakah kau melihat keluar? gelisah ya? hujan seperti ini tak akan berhenti dalam waktu cepat. sudah tenanglah, kuda putihmu juga sudah berada pada tempat yang aman." jelas pria itu padaku. aku tersenyum. "kalau aku boleh tahu, dari mana kau berasal dan akan pergi kemana?"

    "oh, saya berasal dari negeri Utara dan akan menuju Selatan untuk mencari seseorang" jawabku.

     "bolehkah aku tahu kau akan mencari siapa?"

    "aku mencari seorang puteri yang aku tak tahu negeri asalnya, aku hanya berbekal dia tinggal di Negeri Selatan. ini kesempatan ku mencarinya."

   "pasti dia sangat cantik rupawan sehingga kau mau mencarinya sendiri. apakah kau sangat mencintainya? kau mengenalnya dengan dekat?" tanya pria itu sambil meneguk kopinya.

   "aku tahu namanya, aku tahu beberapa hal tentangnya. hanya saja aku belum siap untuk mengatakan dan mendekatinya lebih jauh."

     "aku tahu kau begitu mencintainya, seharusnya kau cari tahu segala informasinya dengan lengkapnya, bukankah dinegeri asalmu banyak peramal? sehingga kau tahu bagaimana ia dan keluarganya, dimana ia tinggal, lalu kau bertindak mendekati hatinya dan mendekati hati keluarganya, kemudian kau katakan yang sebenarnya. aku yakin itu tak akan lama seperti kau harus berjalan atau menunggangi untuk pergi mencari informasinya seperti ini" terang pria itu dengan bangganya. "itu tak tikku menaklukkan wanita yang aku suka, dalam sebulan aku mendapatkannya." lanjutnya.


aku terdiam.
kegalauan itu semakin merajalela dalam hatiku. namun aku tahu tak semudah itu mendapatkan sebuah cinta sejati yang aku mau. mencari informasi lengkapnya dengan mengandalkan peramal? itu hal bodoh menurutku. terlalu instan. aku tak ingin mendapatkan cintanya hanya semudah itu. aku butuh apa yang disebut perjuangan agar dia tahu perasaanku.
mungkin pria itu berkata dengan mudahnya karena ia merupakan tipe orang semudah itu untuk mendekati siapa yang ia incar. sedangkan aku? aku jauh memikirkan bagaimana perasaannya juga saat semua yangs erba instan itu aku lakukan, apakah dengan semudah itu ia akan suka denganku? akan menerima semuanya dengan baik? mempersilakkan hatiku menggapai hatinya? yang aku tahu, tidak semua wanita seperti itu.

aku tak tahu lagi harus bagaimana. pikiranku pecah.

bersambung ..

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template