Saturday, December 1, 2012

Pangeran Bertopeng dan Berkuda Putih (1)

aku masih saja berdiam disudut sebuah kota yang mati.
tanpa ada seorangpun yang lewat untuk mencari.
ditemani oleh kuda putihku yang dengan setia mau kutunggangi kemanapun aku arahkan ia untuk pergi.
perjalananku msih panjang, tidak kan berakhir sekarang.
aku masih mencari "dia", wanita yang aku cari untuk menemani perjalanan hidupku kelak.

aku sudah tahu siapa dia. aku sudah banyak mengenal lewat informasi banyak rakyatku dimana aku tinggal.
aku meninggalkan negeriku, demi mencarinya. mencari seoraang puteri yang begitu dihormati dan dikenal dibanyak negeri. aku pergi untuk mencarinya, aku pergi untuk mendapatkannya, dan mendapatkan hatinya.
yang aku dengar, dia begitu rupawan. dia adalah puteri negeri seberang yang baik hatinya pada semua orang, tak mengenal siapapun yang ia temui, ia selalu baik pada mereka.
aku terkagum.
aku ingat beberapa waktu sebelum aku menjadi seorang pangeran, aku pernah bertemu dengan dia dibeberapa moment penting. namun aku masih saja diam dan seolah tak ingin tahu siapa dirinya.
sejak kabar kebaikannya menguasai seluruh negeri, aku kembali teringatkan akan dirinya, tidurku kembali tak nyaman, aku mulai geram. entah, hanya mendengar namanya saja, aku sudah tak tenang, aku selalu merindukannya dalam malam. dan saat aku bermimpi, aku bermimpi telah bersanding dengannya.
mimpi yang aku alami membuat tekadku kian bulat mencarinya, mengenalnya, dan membawa ia pulang kenegeriku kelak, akan berdampingan denganku.

jalanan ini masih awal dari keseluruhan. padang rumput, padang gurun, hutan yang hitam, dan jurang yang dalam belum aku tempuh begitu rupa untuk mencarinya.
aku tengok kuda putihku yang setia menemaniku, aku bertanya, "masih maukah kau dengan setia menemaniku mencarinya? hingga aku mendapatkannya?"
terlihat wajah kudaku tersenyum. aku juga tersenyum.
aku kembali melanjutkan langkahku, meninggalkan kota mati tanpa penghuni ini. terlalu membuang waktu jika aku berlama-lama disini. aku ingin cepat bertemu dengannya. dan mengenalnya jauh lebih dalam.
suara langkah kaki kuda putihku mulai terdengar cepat, berlalu dan semakin cepat.
dalam anganku bertanya, "dimanakah dirimu sekarang puteri?" karena aku tak tahu dimana kerajaanmu berasal. dan tak ada yang tahu arah mana jalan panjang ini menuju tempatmu tinggal dan memerintah.
dalam pikiranku berkecambuk teringat namamu, teringat wajahmu yang sempat tersenyum padaku dalam diam diantara kita berdua.
dalam hatiku, getaran itu semakin dalam, semakin aku ingin lepas, getaran itu semakin mengikatku, mengikat jiwaku untuk terus setia mencari, mengejar, dan mendapatkan hatimu ..

bersambung..

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template