Thursday, July 19, 2012

Garis Penonton

keramaian membuat semuanya lebih baik dan terkadang keramaian malah memutar balikkan keadaan, ya menjadi buruk

dalam suatu waktu ada kalanya aku berada di titik depan tribun dan garis bagi penonton
membawa bendera, meniup terompet, dan berteriak kagum bahagia, dan bergabung diantara ribuan orang demi menanti apa yang dibanggakan melaju dengan cepatnya didepan
kedua bola mata dengan sigap merekam tanpa disuruh merekam apa yang dilihatnya
dan bergabung dengan ribuan pasang mata lainnya, menangkap apa yang terlihat
sesekali terlihat jenuh
dan membosankan
menunggu apa yang ditunggu tak kunjung datang atau tak melihat siapa yang bersemangat menanti di tribun dan batas garis penonton

semua dibatasi oleh garis panjang berwarna merah berseling putih
terlalu panjang, hingga tak tahu mana ujung dan mana pangkalnya,
ribuan orang dengan teratur berada dibaliknya mengucap gembira dan tetap menanti apa yang ada
aku tidak bosan hanya saja semangatku tak lagi sesemangat kala itu
sekarang semuanya seolah berat, cukup lelah untuk berdiri, mengangkat kedua tangan, berteriak, dan hanya bisa dilakukan tanpa melebihi batas garis berwarna merah berseling putih yang nampak rapi membatasi
siapa yang ditunggu melewati jalan didepan tak kunjung datang malah seolah makin tenggelam

satu per satu aku mundur dari posisi terdepanku
mundur selangkah demi selangkah
ya aku tahu aku sudah tak bersemangat lagi dan aku sudah lelah dengan terus berdiri tanpa hasil
bukankah aku lebih baik mengundurkan diri dari pada aku harus bertahan dan berdesak desakan didepan ?
bukankah mundur lebih baik daripada didepan dan terdorong dorong hingga menyentuh garis batas penonton ? bukankah jika terdorong olehku garis itu akan rusak ?
aku bukanlah perusak atau pengacau hanya karena aku harus tetap teguh berdiri menanti apa yang ditonton melewati dan kuraih saat ada di hadapanku
yang aku tahu aku jauh lebih mulia diam tanpa kata dan mundur perlahan meninggalkan batas garis penonton
membiarkan orang lain menggantikan posisiku
dan dengan ikhlas mundur tanpa beban

aku mulai menghilang
menenggelamkan tubuhku diantara ribuan tubuh yang berdesakan demi berada di depan, menyentuh garis batas penonton
biar mereka saja yang menggantikanku, aku tak lagi ingin berada didepan,
berteriak tanpa ada balas teriakan
bersemangat tanpa ada yang menyemangati
bukannya telah lelah menanti hanya ingin memberikan waktu dan tempat 'istimewa' disana untuk yang lain
aku mundur perlahan, bukan karena aku terlihat frustasi menanti
aku mundur perlahan bukan karena aku tak mampu lagi menanti
aku mundur perlahan hanya karena aku tak ingin semakin dalam semakin di depan, menunggu yang dimaksud lewat, selagi belum jauh dan datang, mundur adalah alasan terbaik
dibatasi garis penonton adalah hal yang sedikit tak membuatku bebas, aku ingin berlari ya berlari dari batas
ketempat lain dimana ketenangan dan kebebasan aku raih tanpa batasan
biar ribuan pasang mata lainnya yang menikmati
aku sudah tak ingin lagi

mundur
dan mundur
jejakku kian hilang
tak terlihat lagi
garis penonton adalah batas semuanya
ya aku akan mundur saja
itu lebih baik
tenggelam dalam ribuan orang dan tak terpuruk karena penantian yang terbatas
mundur dan diam, tersenyum saat melihat apa yang ditunggu lewat dan diraih orangorang yang ada di depan, dekat garis penonton
selamat, ucapku dalam hati
dan maaf aku tak mau terbatasi oleh garis penonton hanya untuk menanti yang dimaksudkan lewat didepan mata walau hanya untuk mencari ku, dan menyebut namaku, karena aku tahu, tak akan teraih :')


the owner of this blog,
with love and pray,
@rosikangagelina

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template