Wednesday, May 9, 2012

Bapaku :')

Bapa yang akan ada selalu setiap waktu, aku merindukan pelukanMu, dan setiap kehangatanMu

Engkau adalah segalanya bagiku, Engkau yang terbaik bagiku, dan Engkau yang selalu memeluk erat anakMu ini,
setiap luka dan perih yang aku rasa, aku tak tahu lagi akan kemana, bukankah itu cukup menyakitkan untuk aku yang hanya seorang anak kecil merasakan apa yang sebenarnya tak harus dirasakan ?
aku tak tahu harus lari kemana, berjuang dengan siapa, dan tersenyum yang bagaimana,
yang aku tahu, aku selalu datang padaMu, Bapaku, yang selalu erat memelukku setiap waktu, setiap hembusan nafas hidupku.
aku seringkali terjatuh, dan tertatih saat aku kembali mencoba untuk berdiri, Bapa, aku tahu kedua tangamu hadir meraihku, memberikan aku pertolongan, yang aku tahu, pertolonganku ialah hanya dari padaMu.
tanganMu yang hangat, kau peluk aku dalam dekapan hujan dan airmata, bahuMu yang siap kau sediakan sebagai tempatku menangis selalu bisa aku jadikan tempat untukku membuang airmataku, dan Kau selalu mebiarkannya basah karena tangisku.
belaian lembutMu terasa saat Kau sentuk kepalaku, belaianMu memberikan sejuta kehangatan dan kebahagiaan dalam setiap sentuhannya, aku tahu, aku tenang dalam pelukMu.

Kau baringkan aku ditempat yang teristimewa bagiku,
Kau balut lukaku dengan sentuhan hangat kasihMu,
Kau sediakan secangkir kasih sayangMu untukku,
Kau berikan sepiring ketulusanMu akan aku yang terbaring lemah tak berdaya,
dan Kau tersenyum melihatku terdiam dalam luka, aku tahu Kau begitu memperhatikanku dna selalu menemani tiap prosesku .

"Bapa, bolehkan aku bertanya ?"
Engkau mengangguk pelan.
"Bisakah lukaku akan segera sembuh dan berakhir ?"
Kau tersenyum melihat pertanyaanku.
"Aku ingin mennagis lagi." gumamku lirih.
Engkau melihatku dengan kasih, Engkau menjawab, "Aku tahu kau menangsi dan meanhan lukamu anakku, aku rasa lukamu akan berakhir saat kau semakin tulus percaya akan janji Bapamu ini."
aku terdiam.
"Mengapa Engkau membiarkanku jatuh? dan kemudian Kau datang dan mengangkatku? bukankah lebih baik aku akan tersungkur dan mati?"
"Tidak. Aku Bapa yang baik dan tidak akan merelakanmu mati karena hal yang seperti itu. Aku masih ingin melihatmu bahagia kelak. Aku juga tak ingin mengecewakanmu. Jika aku membiarkanMu mati, berarti aku bukan Bapa yang terbaik yang Kau miliki."
aku tersenyum.
"Bapa, apa yang harus aku lakukan? sedangkan luka yang aku rasa semakin dalam dan perih tiada tara. Apakah aku hanya bisa menangis dan memandangi banyak hal yang selalu membuatku rapuh dan jatuh? Aku rasa aku tak akan menemukan kebahagiaan untuk saat ini"
Engkau tersenyum dalam wajahmu. "Tidak, aku tahu kebahagiaan akan kau raih suatu hari. Yang aku mau sekarang kau harus banyak belajar dari setiap hal yeng terjadi. Banyak belajar akan mendengarkan, banyak belajar akan mengikhlaskan, dan banyak belajar untuk tidak lagi memiliki rasa ingin memiliki. Sudahkan kau bisa lakukan?"
"Belum" gumamku lirih.
"Tidak ada Bapa yang merelakan anakNya mati dan memilih jalan yang salah Nak, semua Bapa hanya ingin yang terbaik bagi anakNya. Percayalah. Aku punya rencana besar untukMu. Dan itu indah. Yakinlah. semua adalah proses yang terbaik untukmu semakin mengerti akan jalan yang sebenarnya TUHAN mau bagimu."
aku menangis.

perlahan tangan hangatNya menyentuhku. Ia peluk aku dalam tangis, dan Ia berikan kehangatan dalam dekapan hangat sayap kasihNya.

Itulah Dia. Bapaku.
Yang selalu ada untukku. Dalam cerita kehidupanku, Dialah yang paling sempurna untukku.
Terimakasih Bapaku, yang selalu ada untukku, memelukku dan memberikan sejuta kegangatan untukku dan dalams etiap pelukanMu yang selalu berarti buatku.


with love and pray,
the owner of this blog,
@rosikangagelina

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template