Tuesday, April 17, 2012

Surat Buat TUHAN #1

surat kecilku untuk Tuhan (copast note facebook 5 desember 2011)


"Tuhan, aku dateng lagi malam ini" sapaku tiap kali malam tiba
"aku seneeengg banget hari ini, Tuhan masih tetep sertai aku seharian, walau berbelit halhal lain, tapi mengucap syukur buat itu aku pun semakin diberkati" tambahku lagi

Tuhan menjawab, "hai Nak, Aku juga senang melihatmu kembali malam ini, apa ceritamu? Aku ingin mendengar, bukankah tidak hanya itu saja kan?"

"nggak kok, buanyak Tuhan yang aku alami, suka, duka, ah semuanya membuatku semakin dewasa dan berproses, tadi pagi aku masih boleh bangun, ketemu sama bapak ibuk kakak dan semuanya, bersyukuuurr buat itu, tapi Tuhan..."

Tuhan menjawab, "tapi apa?"

"maaf ya aku belum saat teduh Tuhan, huhu :( maaf yaaaaa aku sering lupa, huhu"

Tuhan berkata, "iya, Aku sedih kalau kamu nggak dateng saat teduh tiap pagi, tapi Aku ingin kamu semakin hari nggak pelupa lagi, sediakan waktumu ketemu Aku sebelum memulai harimu, okeoke"

"OKEE Tuhan, oiya aku seneng kalo aku punya temanteman yang me.nye.nang.kan, iya walau aku tahu aku kadang nggak deket sama mereka, atau mereka nggak suka sama aku, sedih Tuhan, tapi aku mencoba untuk memulai, tetap berbagi kasih sama mereka loh, iya walau mereka cuekcuek aja, tapi seneng kalo aku bisa jadi terang diantara mereka.. Banyak yang baik jugak loh sama aku, Tuhan pasti tahu mereka, aku sudah sering cerita kan, Tuhan berkati mereka semua ya, mereka sangat berarti buat aku"

Tuhan tersenyum. Ia kembali berkata, "tak apa temanmu tak memperdulikanmu, tentunya kamulah yang harus jadi pertama untuk memperhatikan mereka, jadilah garam, terang, berkat untuk mereka, sebarkan kasih pada mereka, dan mereka yang sangat kamu sayangi tentunya mereka pasti menyayangimu pula, jangan berbuat yang mengecewakan mereka"

"hehe.. Tuhan tau aku banget ya, haha, pasti Tuhan aku akan semakin jadi lilin digelapnya dunia, yey. Tapi aku masih terlalu lemah Tuhan, ya Tuhan tahu aku ada sedikit problem yang mengganjalku, hmm -_____- aku pengen bebas dari dia yang sekeping hatinya masih nyangkut sama aku, aku udah siap ini, tapi kapan Tuhan membuang itu dari aku?"

Tuhan tertawa. "hahaha, kamu ini lucu ya, Aku nggak bilang kapan waktunya Aku akan membuang itu, semuanya itu prosesmu, kalo Aku ambil sekarang, kamu nggak berproses untuk makin mengerti halhal yang belum kamu mengerti, tunggu aja, sabar ya, Aku cuma ingin kamu belajar lagi SABAR ya, terus kamu jangan ikutan jutek kalo ada yang ingetin kamu sama dia, haha, lucu ya, belajar semua apa adanya, jadi biasa aja, kayak gak pernah ada"

"susah. Susah. Sulit." tambahku memprotes sedikit :p

Tuhan tersenyum lagi. "nggak kok, gak akan sulit, kalo kamu ngejalaninnya sama Aku, Aku ada untuk menuntun dan membimbingmu, iya kan? Aku tahu kamu, Aku yang paling mengerti kamu, jangan dibuat beban ya nak, ini prosesmu menjadi kamu yang baik dikemudian hari, janji sama Aku, nggak akan sedih, kecewa, menangis, cuek, jutek, garing, gak mood garagara dia, mampu?"

aku berfikir sejenak, kuangkat kepalaku yang tertunduk, kulihat Tuhan tersenyum, ada jarinya didepanku, kuraih jarinya, "aku mampu, aku janji Tuhan"

Tuhan menjawab, "baiklah, sudah cukup kah? Rupanya Aku lihat kamu sudah lelah"

"iya Tuhan, aku tidur ya, jagai aku dan mereka semua dalam tidur, besok aku datang lagi, sertai esokku Tuhan, hoho"

Tuhan tersenyum, dan berkata "selamat malam anakKu, tidurlah dengan nyenyak, belajarlah untuk jadi anak yang semakin dibentuk oleh Ku, selamat malam"

:D


with love and pray,
pemilik blog ini,
@rosikangagelina

0 write your words :):

 
Blogger Template by Ipietoon Blogger Template